Ziddu Free File Hosting

AW Surveys

Visi

Semoga blog ini dapat berbagi ilmu kepada sesama Praktisi HR dalam Rangka Memajukan SDM Indonesia.

Sabtu, 18 Juli 2009

Trik Menangkan Politik di Kantor, Tanpa Jual Prinsip

Pernahkah Anda mendengar cerita bagaimana pekerja yang kemampuannya biasa-biasa saja karirnya menanjak pesat, sedang lebih kompeten menjadi pihak yang nelangsa atau merana? Banyak cerita seperti itu, karena mereka tahu bagaimana memainkan politik kantor. Saya tahu..saya tahu jalan pikiran Anda. Anda berpikir ingin mencapai sukses dengan prestasi Anda sendiri. Ya, memang di beberapa kantor Anda bisa, tapi di tempat lain, Anda harus tahu bagaimana cara bermainnya. Berikut cara bagaimana memenangkan politik di kantor—tanpa menjual prinsip Anda! Politik Positif Dalam politik kantor, segala sesuatunya bisa terjadi, bersiap-siap adalah hal yang paling berharga. Suatu waktu rekan kantor atau bos Anda akan keluar menghampiri Anda, susah untuk menghindari terus berada di belakang. Mainkan politik positif, tabah dan rekan kerja dan bos mungkin akan kembali menikam dari belakang dimana saja. Berikut adalah sedikit strategi politik positif favorit saya. • Mintalah respek lebih tinggi untuk konsultasi periodic. Motivasilah mereka untuk memikirkan Anda sebagai orang yang pantas dipromosikan karirnya dan mereka sepertinya akan mempertahankan Anda jika Anda membutuhkannya. • Tampilkan tingkah laku menyenangkan dan ramah. Tinggallah di kantor lebih lama sewaktu-waktu untuk membantu rekan kerja pada deadline. Kirimkan catatan ucapan terima kasih kepada orang yang memberi Anda tips atau saran. Atau cobalah senjata politik kantor saya yang paling favorit: Bagikan kue yang Anda bawa dari rumah. • Kerjakan yang tampak, tugas-tugas penting. Jika beberapa tugas bukan dalam diskripsi kerja Anda, tanyakan apakah Anda bisa mengambilnya salah satu. Pastikan semua tahu Anda yang mengerjakan tugas itu. Contohnya, Anda bisa mengirim email ke pegawai kunci draft laporan proyek akhir Anda, “untuk sumbang saran” memastikan bos Anda atau rival tidak mencoba mencuri kredit itu. Pasang telinga Kadang-kadang meski Anda bermain politik positif, seseorang menginginkan Anda terlihat buruk—mungkin itu karena ia tidak ingin Anda dipromosikan. Anda tidak boleh merespon intriknya meski Anda tahu siapa pelakunya. Ini ada beberapa cara untuk memastikannya: • Apakah Anda tidak bisa mencegah beredarnya informasi?Siapa di belakang itu? • Apakah Anda kekurangan sumber yang Anda perlukan untuk melaksanakan pekerjaan Anda? Siapa di belakang itu? • Pada rapat-rapat apakah ada seseorang yang selalu terlihat tidak sependapat dengan Anda, jika tidak secara verbal, tapi dengan mencemooh, memutar-mutar matanya atau tampak tak memperhatikan ketika Anda berbicara? • Ketika Anda meminta seseorang untuk mendukung atau memberi nasihat, apakah Anda mendapat tanggapan? • Ketika Anda berbicara satu lawan satu dengan yang Anda curigai mensabotase apakah ia selalu terlihat ingin memotong pembicaraan? Saat Anda Merasa Kalah Dalam Permainan Anda telah disabotase? Sekarang bagaimana? Berharap dengan memasang radar dan telinga Anda, Anda bisa tahu siapa dia. Berikut beberapa strategi menggagalkan rencananya: - Dapatkan masukan dari seorang pendukung. Anda bisa katakan seperti ini,” Saya prihatin kelihatannya Ahmad tidak suka ya dengan saya. Apakah kamu memperhatikan? Menurutmu apa yang harus saya lakukan?” - Respon dengan kekuatan. Jika pensabotase itu mencoba menurunkan semangat atau menjelekkan Anda terutama di depan lainnya, jangan putus asa. Buatlah respon yang kuat, mungkin dengan menggunakan humor. Sebagai contoh, Anda menyiapkan solusi untuk sebuah masalah di kantor. Saat Anda berpresentasi, Joe tampak mengganggu , ogah-ogahan dengan mengetuk-ngetukkan pena ke meja dan memutar-mutar matanya. Anda mungkin bisa melontarkan kata seperti,” Joe, sepertinya ide saya membuatmu tertidur. Mungkin kamu kecapekan berpesta semalam suntuk, atau kamu punya solusi yang lebih bagus. Mau membaginya?” - Konfrontasi diam-diam dengan si penikam dari belakang. Sebagai contohnya,” Saya memperhatikan Anda terlihat tidak menyukai saya. Apa ada kesalahan yang saya lakukan?” Jika Anda mendapat saran yang berguna, bagus itu. Berterima kasihlah padanya dan tawarkan untuk bekerja demi kemajuan. Tapi jika Anda merasa alasannya untuk tidak menyukai Anda tidak masuk akal, Anda harus tabah. Misalnya, Anda bisa katakan,”Matt, Anda memperoleh informasi kunci dari saya. Pikirkan kebutuhan untuk berubah atau saya akan ke bos.” - Cari Perlindungan . Beritahu lainnya bahwa Anda kuatir bahwa orang ini secara tidak fair mencoba mengenyahkan Anda untuk kepentingan dirinya sendiri. Berikan bukti spesifik soal ketidak jujurannya atau Anda malah akan dituding sebagai si penikam itu. Selalu ada kesempatan, jika Anda memainkan politik positif di kantor, Anda tidak perlu mengubah menjadi taktik menyerang.

Tidak ada komentar: