Ziddu Free File Hosting

AW Surveys

Visi

Semoga blog ini dapat berbagi ilmu kepada sesama Praktisi HR dalam Rangka Memajukan SDM Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2011

Certified Professional in Human Resource Management

Semoga banyak lagi SDM Indonesia yang mengikuti sertifikasi CPHRM

Readmore »»

Selasa, 07 Desember 2010

Bangkitkan Semangat Kerja Di Kantor

Bekerja dengan penuh gairah dan semangat bisa meningkatkan performa dan produktivitas seseorang. Lalu, bagaimana caranya mendapatkan gairah dan semangat kerja yang besar? Banyak cara bisa dilakukan untuk meningkatkan semangat kerja. Merasa senang saat bekerja memang berkaitan dengan seberapa besar Anda menyukai pekerjaan Anda. Tapi, meskipun tidak terlalu menyukai pekerjaan yang Anda lakukan, ada beberapa cara sederhana untuk memompa semangat di kantor. Hal-hal kecil, seperti secangkir kopi atau cara mendekorasi kanntor, bisa membantu atau mengganggu energi Anda. Agar tetap bersemangat dan bertenaga sepanjang hari, berikut beberapa trik yang bisa menjadi pilihan Anda.


1. Konsumsi serat saat sarapan.

Mengonsumsi sarapan kaya serat akan membuat Anda lebih waspada sepanjang hari. Sebuah studi dari Cardiff University menemukan, partisipan yang makan sereal tinggi serat di pagi hari mengalami pengurangan kelelahan sebanyak 10 persen, mengalami penurunan tingkat depresi, dan memiliki keterampilan kognitif lebih baik. Serat membantu memperlambat penyerapan makanan dalam perut. Hal ini akan menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mempertahankan tingkat energi lebih lama.

2. Pesan latte porsi kecil dan teguk perlahan.

Kafein takaran kecil (delapan ounces/secangkir kopi atau kurang) setiap beberapa jam sekali akan membuat Anda tetap waspada dan fokus lebih lama."Jika Anda minum kopi ukuran besar dengan cepat, kafein akan lebih cepat menumpuk dalam darah dibandingkan jika Anda membaginya dalam selang waktu tertentu," terang peneliti dari US Army Research Institute of Environmental Medicine Harris R. Lieberman, PhD, seperti dikutip situs prevention.com.

3. Makan lebih sering.

Mengikuti pola makan tiga kali sehari bisa menguras semangat Anda."Makanlah lebih sering dengan porsi lebih kecil, setiap tiga atau empat jam. Cara ini menjaga kadar gula darah tetap tinggi sehingga Anda tidak mengalami penurunan energi atau makan berlebih karena terlalu lapar," terang direktur Department of Nutrition at Brigham and Women's Hospital Kathy McManus, RD.

4. Jangan biarkan diri Anda merasa lapar dalam waktu lama.

Asupan makan siang itu perlu untuk cadangan energi tubuh.

5. Usahakan untuk makan siang di luar

Makan Siang dengan teman atau pasangan di luar kantor setidaknya sekali seminggu.

6. Sediakan tanaman di kantor.

Peneliti dari Texas A&M menemukan, partisipan yang menempatkan satu vas bunga berwarna cerah di meja kerja, serta tanaman hijau di kantor, menghasilkan lebih banyak ide kreatif dibandingkan partsipan dengan kantor tanpa tanaman.

7. Hias meja kerja Anda.

Letakkan aksesori meja, seperti jam meja, tempat alat tulis, frame foto, dan hiasan meja lainnya untuk menyemarakkan meja kerja Anda. Hiasan ini bisa membuat pandangan tidak menoton. Jika mata lelah karena terlalu lama terpapar layar komputer alihkan pandangan ke benda-benda menarik di atas meja Anda.

8. Minum air putih.

Sebagian besar orang yang mengaku keletihan, terang direktur Continuum Center for Health and Healing di Beth Israel Medical Center, New York City, Woodson Merrell, pada dasarnya mengalami dehidrasi. Menjaga kebutuhan asupan air, terang Merrell, merupakan cara termudah menjaga tingkat energi dan konsentrasi.

9. Minum secangkir teh.

Studi yang dilakukan peneliti dari University College London menemukan, paduan kafein dan asam amino L-theanine dalam teh berfungsi mengurangi keletihan mental dan meningkatkan kewaspadaan, waktu reaksi, dan daya ingat. Selain itu, teh hitam bisa mempercepat pemulihan akibat stres. Peneliti menemukan, orang dewasa yang minum teh empat kali sehari selama enam hari dalam seminggu memiliki kadar hormon stres cortisol yang lebih rendah setelah melewati masa sulit.

10. Jangan menyimpan camilan

Seperti keripik dan cokelat di dalam laci. Kebanyakan asupan gula bisa bikin tubuh merasa lemas, dan membuat Anda mudah mengantuk. Jika ingin ngemil di sela jam kerja, simpan pisang atau apel di dalam laci Anda.

11. Jalan 10 menit.

Sebuah studi yang dipresentasikan ke American Heart Association mengungkap, jalan singkat bisa menjaga Anda tetap segar sepanjang hari. Setelah enam bulan, perempuan yang jalan 70 menit seminggu (10 menit sehari) melaporkan 18 persen lebih berenergi dibandingkan partisipan yang bermalas-malasan. Usahakan untuk keluar ruangan, dan berjalan-jalan sebentar. Cahaya matahari baik untuk meningkatkan fokus dan mood Anda. Bila Anda tidak bisa keluar ruangan, usahakan untuk rehat selama 10 menit setiap satu jam.

12. Dengarkan musik.

Mulai kurang fokus saat bekerja? Cobalah mendengarkan musik. Sebuah studi menemukan, pekerja 10 persen lebih produktif saat mendengarkan musik dibandingkan saat tanpa musik.

13. Cek kelelahan mata.

Letakkan tangan Anda di dahi (seperti posisi hormat), jika mata Anda terasa lebih enak, itu artinya pencahayaan di ruangan Anda terlalu terang. Untuk mengakalinya Anda bisa mengatur pencahayaan layar komputer Anda.

14. Cari kursi kantor yang membuat Anda nyaman.

Carilah kursi yang membuat anda merasa nyaman dan duduk dengan tegak. Anda akan merasa lebih energik dan bersemangat.

15. Secara teratur, rapikan meja Anda dari tumpukan kerja.

Dijamin, jika meja Anda bersih dari kertas yang berserakan, kondisi ini bisa mengurangi stres saat bekerja.

16. Selesaikan tugas yang lebih sulit dan berat lebih awal.

Menunda menyelesaikannya hanya akan membuat pekerjaan Anda lebih berat. Setelah makan siang sebaiknya kerjakan tugas yang lebih ringan, karena energi Anda mulai drop menjelang pulang kantor.

17. Mengubah nuansa warna ruang kerja Anda.

Berdasarkan teori, warna memiliki pengaruh psikologi terhadap seseorang. Penggunaan warna yang tepat pada ruang kerja dapat menghindarkan Anda dari rasa bosan bekerja. Warna dapat membangkitkan mood dan semangat kerja. Untuk membangkitkan mood dalam bekerja, dapat digunakan warna-warna yang dinamis. Misalnya penggunaan warna merah dan warna turunannya sebagai aksen pada ruangan. Misalnya, gunakan lukisan berwana dinamis berukuran besar sebagai pengisi dinding ruang. Lukisan ini dapat mengubah suasana ruang kerja dalam waktu singkat. Yang perlu diingat dalam menata warna pada ruang kerja adalah kombinasi warna tidak boleh terlalu kontras. Penggunaan banyak warna justru dapat menjadikan ruang kerja semrawut. Jika ingin menggunakan aneka warna, terapkan warna-warna yang senada. Hindari menerapkan warna yang sangat kontras dalam proporsi berlebihan. Kombinasi warna yang demikian ini dapat membuat suasana ruang tidak lagi nikmat.

Demikianlah tips bangkitkan semangat kerja dikantor ini saya postingkan semoga bermanfaat bagi Para pembaca, para leaders dan SDM , maupun praktisi. Semoga membantu anda.

Readmore »»

Tips & Trik Untuk Menghilangkan Rasa Jenuh Atau Bosan

Menyelesaikan pekerjaan sama setiap hari memang dapat menimbulkan kejenuhan dalam bekerja. Akibatnya, semangat kerja menurun. Dan, Anda pun tak punya motivasi untuk menuntaskan pekerjaan yang dibebankan perusahaan. Saat rasa bosan di kantor melanda Anda, jangan didiamkan. Buat diri Anda bersemangat dan termotivasi untuk kembali bekerja. Bagaimana membangkitkan motivasi kerja? Semangat dan motivasi ada dalam diri seseorang karena dipengaruhi faktor intern dan ekstern, seperti masalah dalam keluarga, sikap dan kebijakan pimpinan yang tidak kondusif, penyakit yang sedang Anda derita, keinginan untuk naik jabatan, atau tergiur bonus yang dijanjikan perusahaan.
Jika tak ada hal negatif pada faktor intern dan ekstern yang membuat suasana hati Anda merosot, semangat dan motivasi seperti bara yang dikipasi, dan memunculkan api yang berkobar-kobar. Sebaliknya, sedikit saja ada hal negaitf pada kedua faktor tersebut, semangat dapat padam seketika.
Nah, agar Anda tidak ditegur pimpinan, diberi surat peringatan (SP), atau bahkan dipecat perusahaan karena loyo dan dianggap tidak berguna, berikut tipsnya.


1. Pertahankan professionalisme
Perusahaan dan keluarga merupakan dua tempat berbeda dengan kebutuhan dan kepentingan yang berbeda pula, meski Anda hidup di lingkungan keduanya. Pisahkan dunia kerja Anda dengan kehidupan rumah tangga dan keluarga.
Jangan pernah membawa-bawa masalah rumah tangga dan keluarga ke tempat kerja. Dengan cara ini, mood Anda untuk menghadapi pekerjaan, tidak terganggu. Semangat dan motivasi pun utuh, tidak berkurang. Apalagi lenyap.

2. Jangan lupakan tujuan bekerja
Ketika Anda mengirim lamaran pekerjaan, cemas menunggu panggilan, berjuang keras ‘mengalahkan’ pelamar lain saat sesi wawancara, dan akhirnya mulai mengerjakan tugas yang diembankan perusahaan, apa tujuan yang ingin Anda capai dengan semua perjuangan itu?
Penghasilan yang baik agar dapat memenuhi semua kebutuhan, dan dapat hidup nyaman serta terhormat bersama orangtua, istri, dan anak-anak? Jangan sia-siakan perjuangan itu. Jika saat ini Anda
mempunyai masalah dengan perusahaan, cari jalan k
eluarnya, tapi jangan kendorkan semangat dan motivasi kerja Anda. Jika kinerja Anda merosot, bahkan hingga di bawah standar, percayalah, Anda justru akan menghadapi masalah yang lebih besar, karena bisa saja Anda dipecat dengan tidak hormat.

3. Berpikir positif
Hidup ini penuh dengan masalah. Ini tak dapat diingkari. Sebuah organisasi bernama perusahaan pun pasti begitu. Apalagi karena organisasi ini memiliki begitu banyak karyawan dan aset yang harus dikelola dan dikembangkan dengan baik. Maka berpikirlah positif terhadap perusahaan Anda. Meski Anda tahu ada yang negatif di perusahaan itu, tetap lihat saja sisi positifnya. Ini membantu Anda untuk tetap berseman
gat dalam bekerja.

4. Jaga komunikasi
Tak dapat dipungkiri, kebijakan perusahaan dan sikap pimpinan dapat menjadi salah satu faktor yang menurunkan mood karyawan untuk bekerja. Jaga komunikasi untuk mencari solusinya. Jika tidak bisa menghadapi pimpinan atau perusahaan seorang diri, ajak teman senasib untuk menghadapinya. Ruang komunikasi seringkali efektif untuk menyelesaikan masalah, karena umumnya perusahaan tak ingin terjadi gejolak di dalam tubuhnya.


Demikian lah tips and trik buat para SDM kita ketika rasa jenuh atau bosan yang datang mendadak tanpa kita sadari, yang akan berakibat fatal yang berupa pada teguran-teguran yang pada akhirnya akan mempengaruhi prestasi kerja kita serta juga pada masa depan Karir kita.

Readmore »»

Senin, 06 Desember 2010

Tips dan Trik dalam Membangun Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri bukan karunia tetapi hasil dari upaya yang terus-menerus untuk membangunnya. Rasa percaya diri sangat penting bagi kebahagiaan dan sukses anda. "Ketika anda memiliki rasa percaya diri, maka anda akan tahu bagaimana caranya harus hidup" (Goethe) "Rasa Percaya diri adalah kunci RAHASIA PERTAMA dari sukses seseorang" (Ralp Waldo Emerson) 1. Ingatlah untuk selalu bersikap wajar. Hindari sikap yang dibuat-buat, pura-pura, over acting, atau mencari perhatian. 2. Perhatikanlah sikap tubuh anda. Hindari sikap yang berkesan malas, loyo dan tidak bergairah. Belajarlah dari bintang-bintang film di televisi. Anda pasti bisa menilai perbedaan sikap orang yang PD dan yang kurang PD. 3. Ketika bicara, perhatikanlah nada suara. Usahakanlah untuk melafalkan kata dengan jelas, tidak menggumam, mendesis atau berbisik. Selain itu, pandanglah mata lawan bicara, jangan menunduk atau memandang ke arah lain. 4. Biasakanlah mengucapkan kata terima kasih dengan mantap dan tulus. 5. Bersikaplah tegas. Jangan berkata "YA" pada saat hendak mengatakan "TIDAK". Menjadi 'Yesman' mungkin aman tapi tidak sehat bagi diri anda. 6. Lakukanlah segera apa yang bisa dilakukan sekarang. Hindari kebiasaan menunda-nunda dengan alasan malas atau tidak suka melakukannya. Penundaan bisa menghambat perkembangan rasa percaya diri. 7. Kenalilah kelebihan, kekurangn dan kelemahan diri sendiri. Kembangkanlah potensi diri anda dan perbaikilah kekurangan. Terimalah kelemahan yang tidak bisa diubah, dan beranilah mengubah kelemahan yang bisa diubah. 8. Berusahalah untuk selalu tampil rapih dan bersih. 'You feel great when you look good'. Anda akan merasa nyaman ketika anda tampil dengan baik. 9. Berusahalah untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan. Orang yang percaya diri umumnya bukan tipe katak dalam tempurung 10. Berusahalah untuk menjadi ahli atau profesional dalam bidang tertentu meskipun tidak menjanjikan popularitas. Misalnya piawai dalam memetik gitar, ahli memperbaiki motor, fasih berbahasa asing, jago main tennis, dsb. 11. Bila diperlukan, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain. Namun berjiwa besarlah untuk menerima penolakan. 12. Hindari kebiasaan mengeluh dan menggerutu. Curahkanlah isi hati hanya kepada orang yang tepat. 13. Kendalikanlah perasaan-perasaan negatif. Jangan larut dalam perasaan sedih, frustasi, iri hati dan sakit hati. Semua itu bisa merusak rasa percaya diri. 14. Ketika membicarakan orang lain, bicarakanlah kelebihan dan kebaikannya saja, bukan kekurangan atau keburukannya. Pribadi yang percaya diri tidak merasa Superior dengan menjelekkan orang lain dan tidak merasa Inferior karena memuji orang lain. 15. Bila memungkinkan, bantulah orang lain menyelesaikan masalahnya. Tetapi bukan untuk ikut campur urusannya. 16. Beranilah mengakui kesalahan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Jangan menutup-nutupinya. 17. Beranilah mencoba hal-hal baru yang menantang atau yang selama ini anda hindari dengan alasan takut. Misalnya, bicara dengan orang asing, mengikuti lomba karaoke, mengirim puisi ke majalah, bergabung dengan pencinta alam, dsb. 18. Jangan memberi gelar konyol kepada diri sendiri. Dan jangan mau juga ditempel gelar konyol oleh orang lain. Misalnya: si gembrot, si gentong, si penakut, dsb. 19. Nikmatilah hidup. Tenangkanlah pikiran yang kacau, lepaskanlah beban dan raihlah kegembiraan. Carilah aktifitas yang menyenangkan. Misalnya berenang, baca novel, nonton, mancing, atau apa saja yang anda senangi. 20. Bayangkanlah diri anda sebagai pribadi yang percaya diri, dan bersikaplah sebagai orang yang percaya diri. Lama kelamaan anda akan benar-benar lebih percaya diri

Readmore »»

Sabtu, 04 Desember 2010

Prosedur K3 Khusus HIVAIDs

Perlu penanganan Yang khusus untuk penanganan Kasus HIVAIDS ditempat kerja, maka kita harus memperhatikan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang Khusus, sesuai dengan Sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.KEP.68/MEN/IV/2004 yang diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No.KEP.20/DJPPK/VI/2005 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja. Untuk kelanjutan seperti apa prosedurnya, silakan Download Prosedur K3 Khusus HIVAIDs DISINI

Readmore »»

Program Pencegahan & Penanggulangan HIVAIDs

Modul ini mencakup penjelasan mengenai upaya pencegahan penularan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui peran pemerintah, pengusaha dan pekerja/buruh dalam bentuk pengembangan strategi dan program ditempat kerja, dimana dunia kerja menjadi unsur perintis dilingkungan masyarakat sekitar. Silakan download kelanjutan modul ini mengenai betapa pentingnya upaya pencegahan penularan dan penanggulangan HIV/AIDS , dan silakan donwload DISINI

Readmore »»

Konseling dan Tes Sukarela

Apakah Konselling dan Tes Sukarela itu penting, iya itu adalah Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS ditempat kerja adalah melalui konseling dan tes sukarela(VCT).Tes HIV tidak boleh dilakukan ditempat kerja kecuali untuk hal-hal yang secara khusus disebutkan dalam kaidah ILO. Tes HIV tanpa terkecuali harus merupakan tindakan sukarela dan hanya dilakukan oleh orang dengan keahlian yang tepat, serta dalam kondisi yang sangat rahasia. bagaimana mekanisne ini berjalan, silakan download file PDF nya disini

Readmore »»

HIV AIDs dan HAM serta Dimensi Jender

Semua manusia memiliki hak azasi apapun ras, warna kulit, jender, agama, politik, negara maupun status sosialnya. Status sosial yang dimaksud diantaranya adalah penyandang cacat atau bukan, sebesar apapun kekayaan yang dimilikinya, status kelahiran dan status lainnya yang dimiliki termasuk status HIV. Silakan Klik file Pdf ini disini, semoga menambah wawasan kita

Readmore »»

Contoh Kasus AIDS

Pembaca yang budiman, berikut adalah contoh-contoh kasus AIDSbagi yang mau mendownload silakan klik File PDFnya disini ,bagi yang mendownload mohon persiapkan mental anda sebelum mendownloadnya, jika ada tidak sanggup melihat Contoh Gambar kasus AIDS mohon jangan mendownloadnya. karena ada beberapa Gambar didalamnya yang akan terlihat lebih menakutkan.

Readmore »»

Pengetahuan Dasar HIVAIDs

Pembaca Yang Budiman, Dalam Rangka memperingati Hari AIDS sedunia 1 Desember 2010 , maka kali ini kita akan berbagi pengetahuan dasar yang juga harus dimiliki setiap orang , Yaitu Pengetahuan Dasar Terhadap HIV Aids. nah Jika anda ingin menambah Knowledge kita , gak ada salahnya kita melihat File power point yang dapat di download disini. Mudah mudahan bisa menambah wawasan kita dan jangan lupa beri tahu teman teman kita link ini agar kita saling berbagi di hari AIDS Sedunia http://www.ziddu.com/download/12809351/PengetahuanDasarHIVAIDs.ppt.html

Readmore »»

Jumat, 03 Desember 2010

6 TIPE KARYWAN

Pembaca yang budiman, sudah lama saya gak updated lagi, tapi kali ini saya hadirkan 6 tipe karyawan, berbeda dengan sebelumnya 5 Tipe Karyawan Yang Disukai Atasan , kali ini anda di ajak untuk melihat Tipe-tipe karyawan di liat dari sudut Sebagai seorang Pemimpin. Silakan anda mendownload file power pointnya, klik disini

Readmore »»

Selasa, 29 Juni 2010

LEADERSHIP di LINE KERJA

Leadership Di tempat Kerja Sangat di perlukan, Maka kesempatan ini saya menyampaikan Leadership yang dikelola dalam bentuk Power Point. Tujuan dari leadership ini adalah di tujukan dengan pendekatan : 1.Line produksi dianggap sebagai perusahaan mini yang berdiri sendiri 2.Berorientasi kepada kepuasan pelanggan ( Interaksi antara customer - supplier ) 3.Didasarkan pada interaksi alami manusia Nah Jika anda ingin meningkatkan Leadership Di Line Kerja Anda Tidak ada salahnya mendownload File Slide Shownya disini silakan Klik Download

Readmore »»

Senin, 26 April 2010

BERANI BICARA SIAPA TAKUT

Seorang siswa kelas tiga SMU melontarkan dua pertanyaan bagaimana cara merubah diri dari pendiam menjadi berani bicara kapan dan dimana saja? Diam itu emas! Kata pepatah. Bagi saya, diam yang berlebihan adalah mati suri. Diam berarti emas bila selama diam merupakan jeda refleksi diri untuk memutuskan yang terbaik; tetapi diam tidak berani bicara meski ada bahan bicara adalah termasuk proses pembodohan diri. Sebab, hanya dengan berkomukasi kita menjadi pintar. Keterampilan berkomunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam karier seseorang. Survey kami (SAC, Student Advisory Centre) UNSOED terhadap pengguna (user) alumni menunjukkan bahwa kemampuan berkomunikasi sangat dibutuhkan bagi pengguna. Sebab, hampir semua jenis pekerjaan/profesi membutuhkan keterampilan berkomunikasi. Maka menjadi pendiam tidak akan banyak menolong karier/profesi seseorang. Dari segi pengembangan pikiran, menjadi pendiam adalah menjadi orang yang pasif, yang hanya menerima masukan dari luar dan menyimpannya untuk konsumsi sendiri. Ketika seseorang hanya pandai menyimpan masukan (informasi), misalnya, tanpa pernah ada upaya mengeluarkannya lagi, maka pikirannya itu tak lebihnya berfungsi sebagai lemari arsip. Fungsi otak kurang berkembang secara optimal bila (pasif) banyak diam. Pakar kecerdasan emosional (EQ), Daniel Golemen, mengatakan bahwa salah satu aspek penting dalam kesuksesan karier dan profesi seseorang adalah kecakapan sosial (bergaul) alias kemampuan berkomunikasi. Argumentasinya, meski seseorang cerdas akademiknya, cumlaude, bintang kelas, dan segudang prestasi akademik lainnya tetapi kurang pandai bergaul atau berkomunikasi ia akan mendapatkan hambatan dalam kariernya. Meski ia cerdas, tapi (maaf) berperilaku (dalam bahasa Banyumas): njelehi, mbebehi, madehi tur maregi (menyebalkan) dan sebentuk perilaku aneh lain, maka orang lain sulit menerimanya. Kurang pandai berkomunikasi, atau pendiam, akan banyak merugikan diri sendiri. Sebab, bila Anda pandai berkomunikasi berarti pandai memasarkan diri sendiri. Meski Anda sebenarnya memiliki potensi hebat, tetapi gagal mengkomunikasikannya, maka orang lain tidak tahu kalau Anda itu hebat. Dari mana orang lain tahu kalau Anda diam saja? Beberapa penyebab terjadinya pendiam. Diantaranya adalah faktor keluarga yang otoriter yakni anak tidak boleh membantah (argumentasi); sekolah yang tidak demokratis dimana guru kurang menciptakan situasi kondusif untuk bicara; kurang bersosialisasi, terlalu banyak tugas sekolah/rumah, budaya masyarakat setempat dan lain-lain. Hemat saya, seseorang menjadi pendiam lebih banyak disebabkan oleh rasa kurang percaya diri. Hampir setiap orang ingin bicara, karena bicara adalah kodrat manusia. Masalahnya, setiap kali ingin bicara ada hambatan-hambatan yang menyertainya. Utamanya dari dalam diri: takut salah, takut dicemooh teman, takut bicaranya tidak bermutu dan sebagainya. Setiap kali ingin bicara, selalu muncul perasaan-peraaan seperti itu. Akhirnya membiasa: memilih sikap diam. Di kelas, banyak diantra Anda ingin bertanya (berbicara) ketika diberi kesempatan bertanya oleh guru/dosen. Tapi berapa anak yang berani bertanya? Mereka pada umumnya dikuasai oleh rasa kurang percaya diri, kalau pertanyaannya adalah pertanyaan bodoh dan disoraki: huuuu……..! Saya anjurkan beranilah bertanya (berbicara) pada setiap ada kesempatan. Jangan pikirkan apakah pertanyaan atau bicaranya bermutu atau tidak! Keberanian berbicara jauh lebih penting dari pada isinya. Mereka yang menyoraki huuu… belum tentu berani bicara, maka bila Anda berani melakukannya berarti Anda selangkah lebih maju dari pada mereka. Berbicara bukanlah keterampilan seketika jadi, melainkan butuh proses panjang dan keberanian untuk memulainya. Mulailah dari aktifitas kecil dulu seperti diskusi kelompok, karang taruna, seminar kelas, presentasi di kelas dan lain-lain. Keberanian Anda bicara (bertanya) di sini menentukan langkah berikutnya pada sekala lebih besar. Tanpa keberanian kecil, Anda tidak akan punya keberanian besar. Bersikaplah luwes dalam berkomunikasi (bergaul). Bicaralah secukupnya dan dengarkanlah sebaik-baiknya lawan bicara Anda. Jangan paksakan kehendak Anda dan jangan pula jadi korban kehendak orang lain. Komunikasi dengan empati dan simpati menjadi hal yang sangat penting dalam komunikasi efektif. Agar Anda lebih percaya diri banyaklah membaca atau menimba informasi, dari mana saja. Bekal bicara (berkomunikasi) adalah informasi. Dengan banyak informasi berarti Anda siap memberi dan sekaligus menerima informasi. Keterbatasan wawasan seringkali menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Kuncinya, Anda tidak boleh rendah diri. Sebab ketika Anda merasa orang lain lebih hebat dari Anda, maka selamanya Anda merasa dirinya sebagai orang yang tidak bisa melakukan apa-apa. Ketergantungan semacam ini menjadikan Anda lebih banyak mengambil sikap pasif (diam) dari pada sikap aktif (bicara). Potensi sehabat apa pun yang Anda miliki tak akan muncul bila Anda tidak rajin menggalinnya sendiri.

Readmore »»

Capailah cita-cita anda setinggi langit

halo sahabat,. Waktu kita masih kecil, sering ditanya apa cita-cita kita? ada yang jawab ingin jadi pilot, ingin jadi ahli nuklir, ingin jadi dokter, dll. Seiring dengan semakin dewasanya kita maka kita menghadapi realitas yang tidak seperti yang kita impikan. hidup penuh dengan kekecewaan, hidup penguh dengan kekecewaan. hidup ternyata pahit. Apa akhirnya yang kita lakukan? semakin lama kita mengecilkan cita-cita kita. Dulu kita punya cita-cita rumah di Pondok Indah, lama-kelamaan rumah dimanapun boleh. kita mengecilkan cita-cita kita. Mengapa kita sering gagal? Kita gagal karena kita tidak dapat mencapai apa yang kita inginkan. cita-cita naik gaji 2x lipat ternyata setiap tahun paling tinggi naik 20%. Ingin punya tabungan Rp 10 Milyar ternyata tabungan nol terus, akhirnya kalau punya Rp 2 Milyar saja sudah pensiun! (kecapekan mengejar uang). Bagaimana supaya kita tidak menjadi gagal? kalau kita lihat fokus utama kita adalah tujuan kita atau keinginan kita. itulah masalahnya. bila fokus kita hanya pada apa yang kerjakan, dan kita yakin arahnya benar, maka lama kelamaan kita juga akan mencapai arah yang kita tuju, namun dalam perjalanannya bila kita senantiasa dihantui oleh tujuan atau keinginan kita terus menerus sepanjang perjalanan, maka kita tidak akan sampai pada tujuan kita. Misalnya kita ingin mencapai posisi Direktur selama 10 tahun.. tahun pertama kita naik gaji 10%. tahun kedua kita harapkan naik jabatan, ternyata masih begitu-begitu saja. tahun ketiga kita dipindah bagian lain, akhirnya frustasi, dan putus asa. padahal, bila kita tidak memikirkan keinginan kita, biar naik gaji berapa persen, atau biar di bidang mana tidak penting yang penting 10 tahun lagi saya jadi direktur, maka kita santai saja, tetap fokus pada apa yang kita kerjakan, yaitu apa yang terbaik kita kerjakan. dengan demikian, bukan hal yang mustahil, dengan keyakinan kita, kita mampu bertahan dan berbuat sebaik mungkin, kita akhirnya juga mencapai arah kita. Oleh karena itu, mindset atau paradigma kita harus senantiasa menjadi orang sukses. tidak masalah kita terhambat sedikit, tapi kita harus yakin bahwa kita benar arahnya, dan yang kita lakukan yang terbaik, maka akan terbetik solusi, dan kesuksesan akan dating menghampiri kita. Kalau kita lihat, begitu banyak orang sukses, begitu banyak orang kaya, hanya kita belum tahu caranya saja. Kekayaan dapat dipelajari, sama dengan kesuksesan. Oleh karena itu, tetaplah pada cita-cita anda, tentukan cita-cita setinggi langit, dan anda akan bahagia dalam mengejarnya.

Readmore »»

Pembicara yang Disukai Audience

Terjemahan bebas dari materi oleh: Susan Berkley "The Voice Coach" Berhasil-tidaknya Anda berbicara, ditentukan oleh apa yang bisa dirasakan oleh audience yang mendengarkan Anda. Lebih tepat lagi: setiap orang dari mereka. Apakah mereka bisa merasakan bahwa Anda berbicara kepada mereka, satu per satu dan personal? Apakah mereka bisa merasakan bahwa Anda berbicara kepada mereka, seperti sedang berbicara secara pribadi? Apakah mereka, sulit membedakannya dari berbicara berdua saja dengan Anda? Berikut ini adalah ciri-ciri Anda, jika Anda adalah pembicara yang berhasil membangun rapport alias keintiman dengan audience Anda. Tak peduli, apakah Anda berbicara di podium, di depan sebuah seminar, di televisi, di corong radio atau bahkan di ujung telepon dalam sebuah konference jarak jauh. 1. ANDA MELIHAT MEREKA SEBAGAI INDIVIDU-INDIVIDU DAN BUKAN SEKELOMPOK ORANG Audience tidak mendengarkan Anda bicara secara berbarengan. Mereka melakukannya sendiri-sendiri. Jadi, perlakukan mereka sebagai individu-individu. Pelajarilah mereka. Seperti apa mereka sebagai orang per orang. Pemahaman Anda tentang profil mereka, akan membantu Anda membangun visualisasi. Semakin akurat, akan semakin baik untuk kepentingan bicara Anda. Tentunya, Anda tidak bisa benar-benar memahami mereka satu per satu. Akan tetapi, Anda pasti bisa memahami gambaran umum tentang karakter mereka. Cara yang paling mudah, adalah dengan memahami profesi dan pekerjaan mereka. Jika Anda makin kaya dalam pemahaman ini, maka Anda bisa makin memperluas "pasar" Anda. 2. ANDA MELIHAT MEREKA DUDUK DI KURSI, DI TERAS ATAU DI RUANG KELUARGA Teras atau ruang keluarga mewakili keintiman. Bayangkan mereka adalah orang-orang yang Anda undang makan malam, atau sebaliknya, Anda bertandang di teras rumahnya. Anda berbicara dengan gaya casual, familiar dan nyaman. Mereka santai, rileks dan khusuk mendengar. 3. ANDA MENYADARI APA YANG TERJADI PADA WAJAH, TANGAN, PAKAIAN DAN RUMAH MEREKA Jika upaya profilisasi dan karakterisasi Anda tentang mereka cukup akurat, Anda akan bisa berbicara banyak hal dengan lebih spesifik. Dengan begitu, Anda akan lebih "nyambung" dengan segala persoalan, kebutuhan dan masalah mereka. Latihlah diri Anda dalam memahami bahasa tubuh mereka. 4. SUARA DAN EKSPRESI WAJAH ANDA SAMA SEPERTI SAAT ANDA BICARA DENGAN TEMAN Suara dan wajah punya kaitan yang sangat erat. Keduanya saling mempengaruhi dan membangun komunikasi. Komunikasi yang hangat, intim dan kuat. 5. SAAT BICARA KEPALA ANDA TEGAK MENGHORMAT DAN TANGAN ANDA BERGERAK ALAMIAH Orang sering mengira bahwa berbicara adalah "mulut-sentris". Itulah perkiraan yang melenceng sejauh-jauhnya. Yang sebenarnya, Anda berbicara dengan seluruh tubuh Anda. Bahkan, dengan seluruh jiwa dan raga Anda. 6. ANDA TERSENYUM DAN BERWAJAH CERAH SEPERTI BENAR-BENAR DI RUANG KELUARGA Ini akan menciptakan keintiman dan afeksi. Senyum adalah alat paling powerful untuk membangun keintiman. Dan tentu saja, dengan itu Anda sudah bersedekah. Di telepon pun, Anda harus tersenyum sejak pertama kali Anda menekan tombol-tombol angka. Kini Anda mengerti, kenapa Anda bisa membaca semua tips ini, HANYA dari Blogspot pribadi saya. Ups, ketauan deh... :) BTW: Cukup berhasilkah Saya?

Readmore »»

5 Rahasia Presentasi

Anda diminta untuk menyampaikan sebuah presentasi penting. Anda tahu bahwa persoalan TERBANYAK ada pada bagaimana menyampaikannya. Tapi Anda juga tahu, bahwa persoalan TERBESAR ada pada bagaimana memulainya. 5 rahasia presentasi berikut ini akan merubah hidup Anda. RAHASIA 1 - MANAJEMEN PANIK DAN TAKUT Atur dan kontrollah kepanikan, kecemasan, dan ketakutan serta rasa gugup Anda, sehingga bukan mereka yang mengatur dan mengontrol Anda. Apa yang Anda alami saat semua hal destruktif itu terjadi, adalah persis sama dengan apa yang Anda alami saat Anda bersemangat. Anda hanya perlu merubah karakteristiknya. Itu semua adalah adrenalin. Dan tidak lebih atau kurang, itu adalah energi. Untuk energi itu, jika kita menyebutnya gugup maka ia menjadi buruk. Jika kita menyebutnya semangat, maka ia menjadi baik. Maka, langkah pertama, adalah mengganti semua label dan penamaan untuk setiap gejala yang selama ini menurut Anda buruk, dengan berbagai sebutan lain yang mencerminkan hal positif. Dan tentunya, hal positif selalu lebih 'aturable' alias bisa diatur. Dari situ, Anda bisa menciptakan antusiasme untuk sesi bicara Anda. RAHASIA 2 - MENJADI DIRI SENDIRI Menjadi diri sendiri adalah keharusan, jika Anda sudah sampai ke titik delivery alias penyampaian materi presentasi. Setiap orang punya gaya. Siapakah yang terbaik untuk menampilkan gaya Anda? Jadilah "gue banget" saat menyampaikan presentasi. Diri Anda diciptakan dengan berbagai aspek yang terlalu unik untuk bisa diperbandingkan dengan manusia yang lain. Inilah kebesaran Tuhan. Suara Anda, Tubuh Anda, Wajah, gaya bahasa, dan tingkat formalitas Anda, adalah "Anda banget". Jangan sia-siakan semua itu. Banyak pembicara, sangat berfokus -- tepatnya: terfokus -- pada kata-kata yang akan keluar dari mulut mereka. Padahal, sekali lagi, kata-kata yang berkontribusi 7% untuk kekuatan presentasi Anda. Menghamburkan energi untuk hal itu, adalah pemborosan. Pembicara yang kata-katanya belepotan, selalu lebih baik jika Ia menjadi diri sendiri, daripada pembicara yang bagus tutur dan katanya, tapi begitu mencolok dalam mencoba menjadi orang lain. Segala sesuatu yang non verbal, biasa disebut dengan presentation personality, menyumbang lebih dari 90% untuk keberhasilan Anda. Fokuslah pada aspek yang paling real dan paling berpengaruh untuk keberhasilan sesi bicara Anda. Fokuslah pada kontak mata, ekspresi, bahasa tubuh, pergerakan, pakaian, suara, dan diam. RAHASIA 3 - BERI MAKA ANDA AKAN MENERIMA Jika Anda ingin audiience bersemangat, Anda harus bersemangat. Jika Anda ingin audience berpikir, Anda harus berpikir. Jika Anda ingin audience tertawa, tertawalah Anda. Jika Anda ingin audience menangis, menangislah Anda. Jika Anda ingin produk Anda dibeli, Andalah pembeli pertamanya. Atau setidakna, Andalah orang yang pertama yang bisa membanggakannya! Dengan catatan, tentu saja produk Anda memang pantas dibanggakan. Ada faktanya. Menurut laporan riset (dari sebuah institusi yang bernama Lamalle) terhadap eksekutif puncak yang berpenghasilan lebih dari $250,000, keberhasilan mereka, 46% ditentukan oleh sikap positif dan antusiasme. Jika Anda merasa bisa, maka Anda akan bisa. Jika Anda merasa akan gagal, maka gagallah Anda. Satu hal yang Anda harus ingat, menjadikan positif berbagai energi, akan membuat Anda rileks. RAHASIA 4 - JANGAN PERNAH MEMINTA MAAF, MENGAKUI KEBURUKAN, ATAU MENCIPTAKAN PEMBENARAN Tentu saja, kecuali jika Anda punya alasan yang sah untuk melakukan hal itu. Dalam banyak kasus, Anda memang tidak perlu meminta maaf, mengakui keburukan atau menciptakan pembenaran dalam sesi bicara Anda. "Maaf, Saya agak pilek hari ini, jadi mungkin suara Saya mungkin akan jadi sedikit aneh." Untuk apa Anda mengatakan itu? Adakah sesuatu yang positif bagi sesi bicara Anda? Anda merasa perlu dikasihani? Untuk apa? Supaya mereka membeli? Biarkan mereka sendiri yang menciptakan permakluman untuk Anda. "Maaf, Saya kurang siap hari ini." Ini jelas berbahaya. Salah satu bahaya terbesarnya adalah, Anda sendirilah yang menciptakan distorsi dan distraksi audience Anda. Segera setelah Anda mengatakannya, audience Anda akan menceari berbagai bukti untuk membenarkan pernyataan Anda. Anda yang memancing toh? Setiap kali pernyataan negatif keluar dari mulut Anda, maka sebenarnya Anda mengatakan hal ini: "Jangan berharap banyak dari Saya." RAHASIA 5 - LIBATKAN MEREKA Manusia adalah pendengar yang BURUK. Rata-rata, setiap sembilan detik, setiap audience akan mendengarkan hal lain selain suara Anda. "Penyimpangan mental" mereka ini, memang terhitung kecil setiap kalinya. Tapi ingatlah kenyataannya; setiap sembilan detik! Ini artinya, suara Anda seperti riuh dan rendah. Naik dan turun, terdengar dan tidak terdengar. Audience cenderung melupakan 80% pesan Anda. Di sinilah bergunanya perangkat non verbal Anda. Suara, alat bantu visual, alat peraga dan sebagainya. Itu sebabnya, Anda harus terlatih menciptakan berbagai hal yang "memaksa" mereka mau mendengarkan Anda, di saat-saat tertentu. Di saat-saat mereka melanglang buana, yang bisa dipahami dari reaksi mereka. Contoh paling sederhana adalah apa yang dilakukan AA Gym" "Haloo? Gimana nih Bapak-bapak? " Cara yang lebih efektif, adalah melupakan persoalan telinga mereka, dan melibatkan mereka secara langsung. Flesh and blood. Perasaannya, pikiranya, aktivitasnya, tindakannya, nurani, panca indera, hati dan fisiknya. Dengan semua itu, "lupa" mereka bisa ditekan sampai 50%. SUPAYA MEREKA MENGINGAT PESAN ANDA 1. Bertanyalah pada audience Anda; 2. Libatkan mereka dalam survey atau polling; 3. Ajak mereka mendemonstrasikan berbagai hal; 4. Uji atau tes mereka; 5. Secara eksplisit, minta mereka mendengarkan dengan baik poin-poin tertentu; 6. Ciptakan gimmick.

Readmore »»

Kiat Lolos dari Tes Wawancara

Banyak orang merasa cemas ketika akan menjalani wawancara kerja. Memang, sebelum dan saat menjalaninya lazim ada tingkat kecemasan yang menganggu. Tentu saja, tingkatan itu berbeda pada setiap orang. Ada orang yang bisa mengendalikan kecemasannya, ada yang terjebak bahkan gugup tak bisa apa-apa. Anda bagaimana? Jika Anda merasakan kecemasan luar biasa sehingga tak bisa menunjukkan kemampuan terbaik saal wawancara, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar bisa tenang atau setidaknya tak terlampau tegang. Berkurangnya ketegangan bisa membantu mendapatkan percaya diri yang lebih tinggi. Banyak Berlatih. Suasana asing saat menjalani wawancara atau interview kerja bisa Anda kurangi jika Anda berlatih wawancara sesering mungkin. Latihan demi latihan yang Anda jalani membuat Anda lebih siap dan semakin tahu apa yang harus dilakukan dan dikatakan dalam sebuah interviu. Dengan cara ini, Anda juga jadi lebih tahu kekurangan diri yang lain kali bisa dihindari atau malah kelebihan yang bisa ditingkatkan. Melakukan Banyak Persiapan. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin sebelum menjalani interviuw kerja. Persiapan yang dilakukan meliputi pengetahuan, kemampuan, serta penampilan Anda. Semakin baik Anda mempersiapkan diri semakin besar pula kemungkinan Anda bisa menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan pewawancara dengan keyakinan penuh. Bagian awal dari wawancara merupakan saat yang penting. Jika Anda pada bagian tersebut sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan keyakinan tinggi, rasa percaya diri Anda juga akan semakin meningkat. Sebaliknya. jika di bagian awal wawancara kerja Anda sudah merasa serba salah dan cemas, semakin lama semakin sulit Anda menjawab pertanyaan pertanyaan selanjutnya dengan baik. Saat melakukan persiapkan, yakinkan diri tentang tiga hal: 1. Anda bisa melakukan pekerjaan tersebut; 2. Anda bisa menyesuaikan diri dengan tugas-tugas yang akan diberikan, dan; 3. Anda bisa melakukan semuanya dengan baik. Jangan berpikir pekerjaan itu merupakan yang terbaik. Ketika Anda berpikir bahwa pekerjaan yang sedang berusaha Anda dapatkan ini merupakan yang terbaik dan kesempatan hanya datang sekali, tingkat kecemasan yang dirasakan justru akan meningkat. Tak perlu memberikan penilaian yang berlebihan sebelum Anda benar-benar tahu dan memulai pekerjaan tersebut. Anda belum tentu akan menyukai pekerjaan yang bahkan belum Anda lakukan. Selain itu, kesempatan yang lebih baik bisa saja datang kepada Anda di lain waktu. Jadi, lebih baik bersikap tenang dan santai. Tak perlu menjawab dengan jawaban sempurna. Memikirkan suatu jawaban yang sempuma saja tentu sudah membuat seseorang "pusing", belum lagi jika Anda berusaha mendapatkan jawaban tersebut secara spontan saat pertanyaannya dilontarkan. Hal ini justru akan meningkatkan kecemasan Anda. Padahal, apa yang menurut Anda sempurna belum tentu dianggap seperti itu oleh si pewawancara. Cukup siapkan jawaban yang berisi poin-poin penting yang ingin Anda sampaikan. Jangan rendah diri. Kecemasan justru bisa semakin meningkat saat pikiran-pikiran rendah diri memenuhi benak Anda. Hindari pikiran-pikiran negatif seperti "saya tak cukup pintar" atau "saya kalah hebat dibandingkan kandidat yang lain". Akan lebih baik apabila Anda memusatkan perhatian pada kelebihan-kelebihan yang Anda miliki. Jangan memenuhi pikiran Anda dengan persainganpersaingan yang tak mungkin bisa diubah. Nah, kini Anda telah siap, kan?

Readmore »»

Jual Pesona Saat Wawancara

Melamar pekerjaan sama halnya dengan maju ke medan perang. Pelamar harus memiliki strategi jitu agar menjadi pemenang untuk mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Makanya anda yang saat ini sedang sibuk mencari peluang dan kesempatan kerja harus mengatur strategi agar jadi pemenang. Strategi pertama yang harus anda lakukan sebelum melamar kerja adalah fokuskan perhatian anda hanya pada pekerjaan yang anda inginkan. So, setiap membaca lowongan pekerjaan, jangan langsung melamar. Tanyakanlah pada diri sendiri apakah pekerjaan itu yang anda inginkan? Apakah anda cukup menguasai pekerjaan yang ditawarkan? Mampukah anda melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai standar perusahaan yang akan dilamar? Dalam menjawab pertanyaan tersebut jujurlah menilai diri sendiri. Bila jawaban anda positif, silahkan melamar pekerjaan tersebut. Tapi bila tidak, jangan melamar pekerjaan itu agar anda terhindar dari lamaran yang sia-sia. Atau paling tidak kelak jika anda lolos seleksi anda nggak akan banyak menemukan kesulitan. Setiap kali membaca lowongan kerja, entah itu di surat kabar atau internet, hati-hati! Jangan mudah terjebak oleh lowongan kerja yang bombastis dan muluk. Carilah informasi sebanyakbanyaknya tentang pekerjaan tersebut. Sumber yang paling pas adalah manajer yang menangani divisi pekerjaan yang ditawarkan. Atau teman anda yang bekerja di bidang tersebut. Jika anda sudah merasa cukup informasi tentang peluang kerja yang ada, kirimkan lamaran anda. Nah, kalau anda dipanggil untuk wawancara, inilah saatnya anda maju ke medan perang. Persiapkan diri sebaik mungkin. Pelajari informasi tentang perusahaan yang memanggil anda. Kalau bisa kumpulkan data tentang hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dan pekerjaan yang ditawarkan. Hal ini akan sangat membantu anda saat wawancara berlangsung. Satu hal yang sangat penting saat wawancara adalah 'jangan ragu untuk menjual pesona anda!'. Anggaplah ruang wawancara sebagai arena untuk mempertontonkan kehebatan dan kemampuan anda. Eksploitasikan kemampuan berbicara dan kecerdasan anda. Tetapi tetap kendalikan emosi, jangan terjebak pada kesan 'sok pamer'. Tunjukkan sikap yang profesional dan berwibawa. Buatlah agar pewawancara 'terpesona abis' pada anda saat anda melenggang keluar ruangan. Ingat, simpati merupakan hal penting yang mempengaruhi keputusan selanjutnya. Setelah wawancara nantikan kabar selanjutnya dengan tenang. Bersiaplah untuk dua kemungkinan, diterima atau tidak diterima. Jika anda diterima tunjukkan kegembiraan anda dengan wajar, jangan terlalu meluap-luap. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada anda. Selanjutnya, jika anda mulai menandatangani perjanjian kerja, simaklah surat perjanjian itu dengan cermat. Jangan langsung menandatangai surat perjanjian tersebut, pelajari lebih dulu dengan seksama. Jangan ragu menanyakan hal-hal yang belum anda mengerti yang tercantum pada surat tersebut. Jika anda sudah yakin bahwa perjanjian tersebut memuaskan anda, tanda tangani surat itu. Tapi jika anda tidak diterima, nggak perlu kecewa secara berlebihan. Yakin deh kalau nggak diterima di tempat itu anda masih punya kesempatan di tempat lain. Selamat bertempur..!

Readmore »»

MENGATASI GROGI SAAT BICARA DI DEPAN PUBLIK

Seorang pecinta tulisan saya di sebuah rubrik koran lokal melontarkan pertanyaan bagaimana mengatasi grogi pada saat bicara di depan umum (publik)? Meski ia sudah mempersiapkannya sebaik mungkin tetap saja grogi. Masalah grogi adalah masalah yang dialami oleh siapa saja yang sedang belajar bicara di depan publik (selanjutnya saya sebut bicara). Keterampilan ini adalah keterampilan proses, sebuah keterampilan yang tidak datang seketika. Artinya, bila ingin mengusainya diperlukan banyak berlatih dan berlatih. Untuk mengupas masalah grogi dan cara mengatasinya saya akan menggunakan dua pendekatan. Pendekatan pertama saya menggunakan pendekatan neurologis yakni bagaimana pikiran kita mencerna “keberadaan publik” (audience); dan pendekatan kedua adalah pendekatan praktis yakni bagaimana kiat-kiat praktis menghadapi grogi. Setidaknya, dua pendekatan itu sudah saya praktikkan dalam hidup saya. Saya dulu yang pemalu luar biasa (bayangkan dulu saya tidak berani bilang “Kiri” pada saat naik bus/angkutan umum. Takut/malu kalau banyak orang yang nengok ke arah saya). Kini saya sudah terbiasa bicara di depan publik, bahkan menjadi pembicara publik dan motivator yang dibayar. Baik, selanjutnya saya jelaskan pendekatan pertama, kenapa secara neurologis (syaraf otak) seseorang bisa menjadi grogi. Seseorang menjadi grogi atau bahkan sebaliknya menjadi senang bila di depan pulik itu sangat tergantung bagaimana syaraf otak merespon atau menanggapi sesuatu yang berada di luar, yaitu --dalam hal ini-- audience (publik). Perilaku (grogi, takut, senang dan lain-lain) merupakan hasil dari respon pikiran kita. Kalau kita merespon/menanggapi sesuatu di luar adalah sesuatu yang menakutkan, maka pikiran (syaraf) segera mengolahnya menjadi sebuah ketakutan. Sebaliknya, kalau kita meresponnya sesuatu yang menyenangkan, maka semua sel-sel dan jutaan syaraf segera mengolahnya menjadi hal yang menyenangkan. Lebih kongkritnya begini. Kalau Anda membayangkan jeruk nipis (sesuatu yang berada di luar Anda) terasa kecut, maka syaraf otak segera membayangkannya rasa kecut itu. Bahkan dengan hanya membayangkan saja air liur bisa keluar sebagai respon terhadapnya. Sebaliknya, kalau Anda membayang buah anggur yang segar, baru keluar dari kulkas, syaraf otak segera membayangkannya buah manis yang menyegarkan. Begitulah cara pikiran kita bekerja, atau meresponnya. Bila Anda menanggapinya dengan negatif makan pikiran bekerja dengan cara negatif, milyaran sel syaraf bekerja untuk memperkuat respon negatif Anda. Bila Anda meresponnya dengan cara positif, maka seluruh jaringan syaraf bekerja sekuat tenaga untuk memperkuat respon positif Anda. Audience (publik) bukanlah buah jeruk nispis yang kecut atau buah anggur yang manis menyegarkan. Audience adalah sesutau yang netral sifatnya. “Manis” dan “kecut”-nya, arau “menakutkan” (yang membuat Anda grogi) atau “menyenangkan” sangat tergantung bagaimana Anda meresponnya. Ketika Anda meresponnya sebagai seuatu yang “menakutkan” syaraf otak segera bekerja dengan cara yang negatif. Hasilnya mejadi negatif. Syaraf otak segera bekerja untuk menemukan sejumlah alasan negatif untuk meyakinkan bahwa audience itu “menakutkan”. Alasan-alasan yang ditemukan oleh pikiran negatif berupa: 1) audience terlalu banyak dan banyak orang yang sudah pintar bicara, maka saya kurang pede; 2) audience akan meneriaki “huuuuuuu……?” bila saya salah; 3) audience akan mempergunjingkan saya bila saya salah; 4) saya akan malu bila apa yang saya sampaikan tidak menarik; 5) saya akan malu bila saya salah dalam bicara nanti dan; 6) masih banyak alasan negatif yang mengantarkan Anda menjadi semakin tidak percaya diri atau grogi. Hasilnya, keringat dingin keluar, gemetar, bicara tidak lancar dan salah-salah terus selama bicara. Pada saat seperti itu, pikiran sibuk memikirkan audience yang “menakutkan” ketimbang memimikirkan materi yang sedang di sampaikan. Akan menjadi berbeda hasilnya bila Anda meresponnya secara positif. Pikran Anda akan segera mencarikan sejumlah alasan positif yang menguatkan Anda tampil lebih percaya diri. Anda akan tampil lebih percaya diri bila memandang audience sebagai: 1) sekelompok manusia yang sedang memberikan kesempatan baik pada Anda untuk bicara; 2) mereka tidak akan menghukum bila Anda keliru; 3) keliru dalam berlatih bicara adalah hal yang wajar yang dialami oleh setiap orang; 4) mereka juga belum tentu memiliki keberanian untuk bicara; 5) kalau pun ia diberi kesempatan bicara ia pasti melakukan kesalahan seperti Anda; 6) dalam sejarah belum ada audience yang “mencemooh” pembicara bila dalam menyampaikannya secara santun dan; 7) ini adalah kesempatan terbaik untuk berlatih bicara. Dengan kata lain, audiene bukan menjadi beban pikiran selama Anda bicara. Bila perlu Anda cuek-bebek (tapi sopan) selama bicara. Ketika Anda telah mengusai audience dengan cara respon positif seperti tersebut di atas, pikiran Anda tinggal fokus pada materi. Perlu dicatat bahwa mengapa seorang pembicara grogi karena pikirannya selama bicara sibuk memikirkan audiencenya yang dianggap “menakutkan”. Menakutkan atau tidaknya sangat tergantung bagaimana pikiran kita “menafsirkannya”. Bila menafsirkannya sebagai hal yang tidak menakutkan, maka pikiran akan lancar, fokus pada topik, bicara pun lancar tanpa beban grogi. Semua yang saya jelaskan di atas adalah mengunakan pendekatan neurologis. Selanjutnya saya menggunakan pendekatan praktis dalam mengatasi grogi. Sebelum saya memberikan tips bagaimana cara mengatsi grogi saat pidato perlu saya ingatkan kembali bahwa keterampilan bicara (pidato) adalah keterampilan proses. Tidak ada orang yang langsung menjadi ahli bicara. Semuanya diawali dari, malu, gemetar dengan keringat dingin, grogi dan sejuta rasa lainnya. Jangankan bagi yang belum pernah pengalaman, seorang yang sudah pengalaman pun kadang-kadang masih dihinggapi rasa kurang pede dan grogi. Jadi kalau menuggu sampai tidak ada rasa grogi, dibutuhkan waktu dan jam terbang yang lama. Butuh proses. Cara-cara berikut ini adalah cara praktis yang saya gunakan bagaimana mengatasi grogi. Pertama, tingkatkan rasa percaya diri (pede). Kalau kita pede, keberanian meningkat, tetapi kalau belum apa-apa sudah takut dulu, rasa pede mengecil. Akibatnya sudah grogi dulu sebelum bicara. Untuk bisa meningkatkan rasa pede, coba sebelum Anda bicara, Anda membayang seorang tokoh pintar bicara yang menjadi idola Anda. Setelah membayangkan secara jelas, anggap saja dia merasuk dalam jiwa Anda yang membantu Anda pada saat bicara. Anggap saja dia yang bicara, tapi bukan Anda. Kedua, berani bicara kapan dan dimana saja bila ada kesempatan tampil di depan umum. Jangan takut salah dan takut ditertawakan, bicara dan bicaralah. Kalau Anda tidak pernah mencobanya, maka tidak pernah punya pengalaman. Jangan berpikir, benar-salah, bagus-tidak, mutu-tidak, selama bicara. Pokoknya, Anda sedang uji nyali, berani atau tidak. Ketika Anda berani mencobanya, berarti nyali Anda hebat. Semakin sering Anda lakukan, semakin kuat nyalinya dan tidak takut lagi. Pokoknya Anda harus berani malu. Keitga, mulailah dari kelompok kecil. Berlatihlah bicara pada kelompok-kelompok kecil dulu seperti karang taruna, kelompok belajar, pertemuan RT/RW. Bicaralah sebisanya dan jangan buang kesempatan. Yang seperti ini sudah saya lakukan, saya mulai dari kelompok belajar, panitia seminar, dan acara-acara pengajian. Lama-ama saya biasa. Ingat Anda bisa karena biasa. Keempat, tulis dulu sebagai persiapan. Sebelum bicara, alangkah baiknya ditulis dulu topik dan urutan penyampaiannya. Sebab, tanpa ditulis dulu, biasanya lupa saat bicara dan menjadikan materinya tidak runtut. Ada dua cara dalam menulis, menulis lengkap kenudian tinggal membaca atau tulis pokok-pokonya saja. Bila Anda menulis lengkap akan sangat membantu Anda bicara, tetapi keburukannya membosankan. Apalagi intonasi bacanya jelek. Yang baik adalah pokok-pokok saja, kemudian Anda menguraiakannya saat bicara, tetapi keburukannya, Anda bisa lupa tentang datailnya. Kelima, akan lebih baik kalau memiliki kebiasaan menulis. Menulis apa saja, cerita, artikel, surat atau catatan harian. Catatan harian akan sangat membantu. Kenapa menulis? Karena dengan menulis adalah cara efektif untuk membuat sebuah “bangunan logika”, sebuah bangunan yang masuk akal. Bila Anda terbiasa menuliskan topik-topik yang masuk akal, maka akan membantu pada saat bicara. Tinggal memanggil ulang saja. Keenam, perbanyak membaca. Orang bicara atua menulis, tidak lepas dari kegiatan membaca. Dengan banyak membaca menjadi banyak pengetetahuan yang dapat dijadikan acuan pada saat bicara atau menulis. Kebuntuan dalam bicara terjadi karena tidak saja grogi tetepi juga karena terbatasnya acuan (informasi) yang dimilikinya. Ketujuh, janganlah menjadi pendiam saat ada diskusi atau debat. Bicaralah, jangan pikirkan Anda menang atau kalah dalam berdebat, tetapi jadikannlah media debat menjadi media pembelajaran dalam mengasah keterampilan bicara. Juga, biasakanlah berdsiskusi, jangan hanya menjadi pendengar yang baik (diam saja) tapi Anda harus menjadi pembicara yang baik. Kedelapan, rajin mengevaluasi diri sehabis bicara. Karena berbicara merupakan keterampilan proses, maka sebaiknya rajin mengevaluasi diri setiap saat sehabis bicara. Seringkali (pengalaman saya) saya merasa tidak puas dengan hasil akhir bicara. Selalu ada saja kekurangannya, banyak topik yang lupa tidak tersampaikan. Kekurangan ini harus menjadi catatan untuk tampil lebih baik pada kesempatan mendatang. Kesembilan, komitmen untuk terus berlatih. Tiada sukses tanpa latihan terus menerus. Tiada juara tanpa banyak latihan. Tiada bicara tanpa grogi bila hanya tampil (berlatih) satu atau dua kali saja. Bicaralah saat ada kesempatan bicara, karena keterampilan berbicara hanya dapat diperoleh dengan “berbicara” bukan dengan cara “belajar tentang”. Satu ons praktik bicara lebih baik dari pada satu ton teori berbicara. Selamat mencoba.

Readmore »»

Senin, 03 Agustus 2009

Ijin Mendatangkan Tenaga Kerja Asing

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi saya selama bekerja dan menggeluti dunia SDM (HRD/Human Resources Departement) atau bahasa sehari-harinya disebut Personalia. Salah satu pekerjaan didunia HRD adalah pengurusan Ijin mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke negara kita. Dibawah ini beberapa langkah yang harus ditempuh untuk ijin mendatangkan TKA tersebut : Pertama yang harus anda miliki adalah : 1. Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), yang merupakan ijin prinsip bahwa Perusahaan anda diberikan ijin untuk hire Expatriat : berapa orang, untuk jabatan apa, dan berapa lama. RPTKA tersebut dikeluarkan oleh Depnaker Pusat di Jakarta ( dulu bagi Perusahaan PMDN dikeluarkan oleh BKPM Pusat ), dengan pengajuan ke Depnaker/Disnaker setempat untuk mendapat rekomendasi bahwa Perusahaan anda memang memerlukan TKA (Tenaga Kerja Asing). 2. Dokumen yang diperlukan secara lengkap tanya saja ke Depnaker/Disnaker setempat, mengenai biaya karena sistem otonomi tiap daerah mungkin punya tariff sendiri-sendiri. Pengalaman menunjukkan bahwa ada juga pegawai Depnaker/Disnaker yang mau menguruskan sampai keluar RPTKA dari Depnaker Pusat. Kalau mau diurus sendiri ya setelah terima rekomendasi dari Depnaker/Disnaker setempat, mengajukan RPTKA ke Depnaker Pusat di Jakarta. Perlu waktu yang cukup untuk itu, ada form aplikasinya, dokumen yg mesti disertakan dll. 3. Setelah dapat RPTKA baru kemudian mengajukan expatriat (TKA) yg mau kita mintakan ijin kerjanya ( dokumen expatriat tsb mesti dikirim dari negara asalnya, antara lain : copy : passport semua halaman, curiculum vitae, foto, ijazah, referensi/pengalaman kerja, dll ), diajukan ke Depnaker Pusat untuk mendapat rekomendasi, 4. Untuk kemudian diajukan ke Dirjen Imigrasi, untuk mendapat rekomendasi Ijin Masuk ke Indonesia dengan Visa untuk bekerja, yang dikirim ke Embassy kita dinegeri tempat domisili expatriat tersebut, dengan copy cable yg dikirim kepada Perusahaan kita. Setelah itu baru expatriat tersebut apply visa ke Embassy kita di negerinya. dan setelah itu baru bisa masuk ke NKRI dengan visa untuk bekerja. 5. Step berikutnya, setelah expatriat tiba di Perusahaan kita, harus lapor ke Kepolisian setempat untuk mendapat bukti lapor diri, 6. Ke kantor Imigrasi setempat untuk mendapat KITAS ( Kartu ijin tinggal sementara ), ke Kelurahan setempat juga. 7. Setelah mendapat KITAS mengurus SK Ijin Kerjanya dari Depnaker Pusat. 8. Dan juga ke Polda untuk menndapat STMD/SKLD (Surat Keterangan Lapor Diri). Yah, memang pengurusan ijin TKA ini kelihatan sangat birokratis yang jadinya memang butuh waktu dan energi khusus, tapi itu memang tugas HRD/Personalia yang menyenangkan bagi saya juga mungkin rekan-rekan HRD lainnya, karena saya banyak bertemu dengan orang-orang berbagai instansi pemerintahan, dan knowhow/knowledge yg sangat berharga. Kiranya catatan kecil harian saya ini cukup membantu dan dapat bermanfaat. Berikut adalah beberapa file yang berhubungan dengan Tenaga Kerja Asing, bisa didownload Gratis. ( silakan forwat link ini kepada teman-teman yang lainnya yang membutuhkan file ini ) 1. Izin TKA 2. Izin DISNAKERTRANS 3. IKTA ( Izin Kerja Tenaga Asing ) 4. Permen 02/men/III/2008 5. Peluang Kerja DI KANADA Semoga Sukses

Readmore »»